Suplemen Kesehatan Sunhope

Beberapa tahun ini, baik didalam negeri maupun di luar negeri, bakteri probiotik sudah menjadi perhatian masyarakat luas. Manfaatnya tak hanya terhadap pencernaan, namun juga terhadap saluran urogenital, alat reproduksi wanita dan imunitas.

Dari penelitian beberapa tahun ini dapat diketahui dari jenis probiotik saja, jumlahnya lebih dari seratus. Bakteri probiotik terutama tersebar di lambung dan usus manusia serta di tempat yang bersifat asam. Bakteri probiotik harus memiliki kemampuan untuk melindungi saluran pencernaan dan usus dari asam dan alkali, dengan demikian baru aman untuk dikonsumsi. Beberapa tahun belakangan ini, jurnal penelitian mulai melakukan penelitian lebih lanjut terhadap metabolisme bakteri probiotik. Dari penelitian tersebut didapatkan bahwa kelebihan bakteri probiotik tidak hanya terbatas pada kemampuan memperbaiki sistem pencernaan di dalam tubuh manusia, tetapi juga dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh manusia terhadap penyakit, membuat lebih baik tubuh yang terlalu sensitif, menurunkan kolesterol dan bahkan dapat menormalkan pH alat reproduksi wanita. Karena khasiatnya yang semakin berkembang, studi lanjutan mengenai probiotik terus dilakukan.
Di dalam usus manusia terdapat berbagai jenis bakteri dalam jumlah yang sangat besar. Bakteri saluran usus hidup bersama dalam saluran usus yang dikenal dengan mikroflora usus. Jumlah mikroflora yang terdapat pada usus berkisar antara 100 – 400 jenis. Bahkan jumlah totalnya mencapai triliyunan. Jenisnya pun ada yang baik dan ada yang jahat.

Bakteri yang baik yang terdapat dalam usus antara lain Bifidobacterium, dan Lactobacillus. Sementara itu, kelompok bakteri yang merugikan antara lain Clostridium, Salmonella, Shigella dan Candida. Bakteri tersebut hidup dalam suatu keseimbangan yang harus selalu terjaga. Apabila keseimbangan terganggu, jumlah bakteri pathogen yang merupakan penyebab timbulnya penyakit akan meningkat, sehingga kesehatan orang tersebut dapat terganggu.

Berbagai bakteri usus tidak dapat dihindari keberadaannya sebab tempat dimana manusia hidup tidak steril. Masalah baru timbul apabila bakteri “jahat” yaitu yang bersifat pathogen (penyebab penyakit) jumlahnya berlebihan. Terjadinya diare misalnya akibat bakteri enteropathogen (E. coli, Vibrio colerae atau Salmonella typii) yang tumbuh pesat. Pemberian antibiotik bisa mempengaruhi dan mengganggu keseimbangan mikroflora usus yang berakibat diare. Mikroflora usus memberikan perlindungan dengan menyerang bakteri merugikan (bakteri pathogen) dengan mekanisme membentuk asam-asam organik terutama asam lemak volatile, dan memproduksi anti bakteri selain asam. Mikroflora yang berpengaruh terhadap usus biasanya melakukan tindakan secara sinergi dengan sistem kekebalan pada host-nya dan melakukan perlindungan terhadap infeksi yang disebabkan oleh bakteri pathogen dalam usus. Mikroflora usus menghancurkan unsur pokok dalam makanan yang tidak terserap dan menghasilkan beberapa vitamin. Banyak hasil metabolisme mikroflora usus termasuk berbagai macam asam organik, hasil degradasi protein, asam empedu dan metabolisme kolesterol.

Populasi bakteri dalam sistem pencernaan orang sehat yang mengkonsumsi diet seimbang umumnya stabil. Perubahan pola hidup, pola makan dan kondisi sakit mempengaruhi stabilitas ekosistem tersebut. Berdasarkan fenomena ini dapat dilakukan menejemen mikroflora usus yaitu proporsi bakteri baik (menguntungkan) ditingkatkan dan bakteri merugikan ditekan jumlahnya. Caranya dengan mengkonsumsi bakteri probiotik yaitu dengan cara memasukkan bakteri menuntungkan lebih banyak sehingga bakteri yang menguntungkan lebih dominan.

Bila keseimbangan mikroflora usus terganggu maka timbullah gejala gangguan mulai dari yang paling ringan bahkan luput dari perhatian sampai gejala infeksi yang berat. Diantara gangguan yang terjadi adalah kembung, sariawan, sembelit, diare dan yang paling berat adalah candidiasis (infeksi jamur candida). Faktor yang mempengaruhi keseimbangan mikroflora usus dibagi 2 yaitu

Untuk menjaga keseimbangan mikroflora usus perlu konsumsi makanan seimbang, menghindari obat-obat antibiotika dan pencahar, serta mengkonsumsi makanan yang mengandung probiotik. Konsumsi probiotik dapat mendukung pengobatan yang dilakukan oleh dokter.

PROBIOTIK
Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dapat memberikan pengaruh menguntungkan dengan cara mempengaruhi keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang secara menguntungkan mempengaruhi host melalui keseimbangan mikroflora. Probiotik merupakan suplemen makanan berupa organisme hidup yang dapat menghasilkan antibiotika alami yang membantu keutuhan mukosa usus, proses metabolisme serta meningkatkan kesehatan saluran pencernaan dan kekebalan tubuh manusia.

Namun demikian, tidak semua bakteri baik dapat dimanfaatkan sebagai agen probiotik. Probiotik yang baik harus memiliki ketahanan sehingga dapat dipergunakan pada saat dan waktu yang tepat. Dengan demikian, barulah dapat terjamin daya guna dan jumlah bakteri hidup yang berkualitas. Probiotik biasanya terdiri dari satu atau beberapa mikroorganisme yaitu golongan lactobacili, golongan Gram (+) cocci (Streptococcus) dan golongan Bifidobacteria.

Link Internal :

Link Eksternal :

Indahnya berbagi informasi, yuk click and share ke seluruh sahabat Anda, icon-icon di bawah ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Recommended Articles