PEMPEK PALEMBANG DI JOGJA

cropped-cropped-1.LOGO-GRUBIKU.jpg

Dapatkan Promo Pempek Palembang Di Jogja Bersama “Catering GRUBIKu Jogja”

Catering Sehat Alami Dengan Motto EMAS – Enak Murah Alami Sehat Phone : 0274-9262457, 0274-8569262, 085878940010, 085217712901 Pin BB : 5BDE8E0C / 27A20F9C  WA / LINE : 07738728524

PEMPEK PALEMBANG DI JOGJA

Pempek Palembang

Kami menawarkan dalam bentuk jasa pelayanan, penyajian, sebagai  pelengkap acara yang anda selenggarakan supaya lebih meriah. berikut pilihannya :

Daftar Harga Pempek Palembang :

  • Pempek Lenjer : Rp 2.000,- Per Pcs
  • Pempek Telor ; Rp 2.500,- Per Pcs
  • Pempek Kulit ( Ada’an ) : Rp 5.000,- Per Pcs
  • Pempek Kapal Selam ; Rp 9.000,- Per Pcs

Pempek Lenjer

Pempek Telor

Pempek Kulit / Ada’an

Pempek Kapal Salam

Pempek Kapal Selam

NOTE :

*Daftar-daftar harga diatas adalah harga-harga Variasi, bisa berubah.


Kontak kami :
0274-9262457, 085878940010, 085217712901
PIN BB ; 27A20F9C
Terimakasih atas kunjungannya !
Web Link :

Sejarah Pempek

Menurut sejarahnya, mpek-mpek / pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama pempek atau empek-empek diyakini berasal dari sebutan “apek”, yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina.

Berdasar cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi. Hasil tangkapan itu belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Si apek kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan “pek … apek”, maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai pempek atau empek-empek.

Pada awalnya pempek dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih selain itu skrg ini digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti Tenggiri, Kakap Merah, parang-parang, dan ekor kuning.

Jenis-jenis Empek-mpek di Palembang ada banyak antara lain :

Ukuran besar :
Pempek Kapal Selam (Telok Besak)
Pempek Lenjer
Pempek Lenggang

Ukuran kecil :
Pempek Telok kecik (telur kecil)
Pempek iris (lenjer yang dipotong)
Pempek Bulat (ada’an)
Pempek Keriting/kerupuk
Pempek Tahu
Pempek kulit
Pempek Pistel (isi pepaya)
Pempek Panggang

CARA MEMBUAT PEMPEK ASLI PALEMBANG 

Resep Pempek Palembang dari Ikan dan Cara Membuat Kuah Cuka Pempek. Empek-empek disajikan setelah digoreng terlebih dahulu, ada yang sukanya digoreng sebentar dan ada yang pengennya digoreng sampai garing. Selain itu cuko pempek merupakan syarat utama penyajiannya sebagai kuah celupan saat disantap.

Siapa yang tidak mengenal pempek yang khas teraso iwaknyo (ikan). Salah satu aneka jajanan yang sudah sangat terkenal ini adalah kuliner asli Palembang dengan adonan dasar campuran tepung sagu dan ikan serta disajikan dengan kuah cuka yang kental.

Berikut kami bagikan resep dan bahan dasar pembuatan empek2, karena bila kita sudah mengetahui cara membuat adonana dasar pempek ini maka beragam jenis dan macam-macam variasi pempek akan mudah untuk dibuat.
RESEP PEMPEK (EMPEK EMPEK) PALEMBANG
Ada banyak jenis pempek, seperti kapal selam, lenjer, pempek kulit, pempek keriting dan masih banyak yang lainnya. Awalnya ikan belida yang digunakan, akan tetapi jenis ikan-ikan lain yang juga bisa digunakan sebagai alternatif seperti ikan tenggiri yang umum digunakan, selain itu ikan gabus dan ikan parang-parang juga memberikan rasa yang gurih.

Bahan :

  • ½ kg daging ikan tenggiri
  • ½ kg tepung sagu tani
  • 2 bh telur
  • 1½ sdt garam
  • 250 cc air dingin
  • 1 sdt vetsin

Cara Membuat Pempek Palembang

  1. Daging ikan dihaluskan sampai lembut,
  2. Campurkan telur, garam, vetsin dan tuang air dingin sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai merata. Tambahkan tepung sagu uleni hingga rata.
  3. Bentuk adonan sesuai jenis pempek.
  4. Setelah adonan terbentuk lalu direbus dalam air yang banyak sampai mengapung.
  5. Goreng dahulu sebentar lalu diiris-iris sebelum dihidangkan dengan kuah cuka.

RESEP CUKO/ CUKA PEMPEK

Pasangan penyajian pempek adalah dengan kuah cuka atau disebut cuko

1.   Resep Sederhana

Bahan : bawang putih, cabe rawit, air, garam, perasan air asam jawa, gula aren, bisa tambah vetsin.
Cara Membuat : Semua bahan dimasak lalu disaring.

2.   Resep Komplit

Bahan :
  • 500 gram gula aren
  • 50 gram asam jawa, peras dengan air sedikit
  • 4 sendok teh cuka putih (boleh tidak)
  • 5 gelas air
Haluskan :
  • 5 siung bawang putih
  • 2 sdm ebi
  • 10 buah cabe rawit (disesuiakan)
  • 1 sdm tongcai berikut tangkainya
  • 1 sdm garam (disesuaikan)

Cara Membuat Cuka/ Cuko Pempek Komplit

  1. Didihkan air dan gula merah, asam jawa, air, dan cuka dengan api kecil , setelah gula larut, angkat lalu saring.
  2. Masukkan bahan yang sudah dihaluskan.
  3. Memasukkan cabe, garam sebaik nya sambil di cicipi, disesuaikan dengan selera.
  4. Didihkan kembali lalu angkat.

Tips biar cuko lebih terasa enak

  • Jika ingin cuko nya enak ulek campuran cabe dan bawang putih sehari sebelumnya.
  • Gula merah yg dipakai sebaiknya gula batok yang tidak berbau angit sehingga adonan cuko tidak terasa pahit.
  • Ebi halus juga, boleh dipisah seperti halnya cabe rawit tadi, pada saat makan baru dicampurkan, agar aromanya ebi tetap muncul.
  • Untuk memperoleh cuko yg sedap dan beraroma, inapkan cuko sehari.

 

Makanan Yang Paling Diincar Tamu di Saat Pesta Pernikahan

Di dalam sebuah pesta tak pantas rasanya jika tidak ada kehadiran makanan. Penyajian makanan dianggap sebagai penghormatan untuk tamu yang datang karena salah satu cara menyenangkan orang dengan mudah adalah melalui perutnya.

Dalam satu pesta, misalnya pernikahan, pasti ada beragam jenis makanan yang disajikan. Mulai dari makanan utama sampai dessert, semua disiapkan untuk memanjakan perut para tamu yang datang.

Belum lagi jajanan-jajanan seperti asinan, kue-kue kering, bakso, dan berbagai jenis jajanan lainnya tidak pernah absen memenuhi ruang resepsi.

Sama seperti makanan lainnya, makanan untuk pesta pernikahan pun juga memiliki tren. Rosita Doddy, pemilik Catering & Event Organizer, Pangan Selaras mengatakan tren makanan pernikahan selalu ada setiap tahunnya karena tentunya orang bosan dengan menu yang itu-itu saja.

“Yang disukai banget itu tradisional. Kue-kue kecil jajanan pasar itu amat disukai,” kata Rosita saat ditemui dalam acara Culinary Wedding Festival 2015 di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jumat (6/3). “Nasi rawon, soto sulung, semua suka,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan, dalam memilih komposisi makanan saat penyelenggaraan pesta harus bervariasi. “Harus ada yang mengenyangkan, harus ada sayurannya, ada keringnya seperti pempek, harus ada juga makanan berat bisa nasi atau lontong,” papar Rosita.

Tak lupa Rosita juga berbagi tentang cara pintar mengatur makanan saat pesta pernikahan agar tidak kehabisan makanan. “Buffet-nya separuh aja, stall-nya diperbanyak, tapi yang bikin kenyang,” ungkapnya. Biasanya, stall-stall makanan saat pesta makanan berisi jajanan seperti bakso, siomay, pempek, dan sebagainya.

Selain berlomba menyajikan pilihan menu yang berbeda dan enak, para katering pernikahan juga harus berpikir ekstra tentang cara penyajian yang menarik.

“Sekarang para pelaku kuliner harus bekerja keras dan berpikir, tidak hanya menjual, jasa, mempromosikan tapi harus melihat tampilannya,” ujar Rosita. Untuk itu, ia pun banyak menggunakan piranti dan cara penyajian yang unik, misalnya konsep tradisional Indonesia dengan menggunakan tungku.

Indahnya berbagi informasi, yuk click and share ke seluruh sahabat Anda, icon-icon di bawah ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •